Sebuah Rasa

Entah mengapa seketika dia membenci pada bulan kelahirannya. Apakah ada hal yang membuat menyesali pada bulan itu? Ataukah dia tak ingin lagi bulan itu datang ?
Kamu adalah orang yang sangat baik, perasaan saja rela kamu bagi untuk dia yang bukan miliknya. Sehebat apa dia mempertahankan? Entah lah kita lihat saja.
Dia percaya rencana Tuhan sangat indah untuk kamu nikmati kelak.
Bukan perihal rasa atau pemikiran, ini hanya masalah waktu saja. Bosan? Ya diapun merasakan. Tapi bukan cara terbaik menghindar dari perasaan itu. Lalu mengapa kau datang ketika kau sepi? Apakah dia hanya sebagai kertas putih yang kau nodai dengan tinta hitam? Keras, bukan sifatnya, tapi kini dia pun mengubah karna untukmu.
Kali ini mugkin dia tau bagaimana rasanya dikekang dengan suatu keadaan tanpa kau memikirkan hidupnya. Hal serupa mungkin akan datang  entah cepat atau lambat dia akan segera merasakan.
Doa yang selalu dia panjatkan untuk segera disemogakan kali ini memudar karna kepercayaannya dihancurkan. Adakah yang salah? Aku rasa tidak ini hanya perasaan saja yang tidak stabil untuk semestara waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diam

Teka Teki